KabarPrestasi.com - Stigma bahwa generasi muda bersikap apatis terhadap isu-isu publik berhasil dipatahkan dalam acara "Take The Lead! Empower Your Future: Navigating Civic Engagement and Policy Leadership."
Kegiatan bertajuk Take The Lead! Empower Your Future: Navigating Civic Engagement and Policy Leadership sukses digelar pada 10 Oktober 2026 di Kota Serang, acara yang diinisiasi oleh SADA ID bersama Jubir Warga dan mendapat dukungan penuh dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia ini berhasil mengumpulkan sekitar 100 penggerak pemuda dari beragam latar belakang organisasi.
Tingginya antusiasme peserta menjadi bukti nyata bahwa anak muda Serang siap mengambil peran strategis dalam mengawal arah pembangunan.
Menanggapi besarnya potensi suara pemilih muda, Ketua KPU Kota Serang Nanas Nasihudin, menekankan bahwa keterlibatan pemuda adalah urat nadi demokrasi yang sesungguhnya.
Hal tersebut dipertegas oleh Peneliti dari Sindikasi Pemilu dan Demokrasi (SPD), Putra Satria, yang memperingatkan bahwa dengan dominasi 56 persen suara pada pemilu, generasi muda tidak boleh terjebak sekadar menjadi komoditas politik atau target kampanye semata.
Pemuda didorong untuk berani naik ke level struktural dan merebut kendali kebijakan publik dengan bermodalkan data valid serta gerakan kolektif (koalisi) yang solid, bukan hanya sekadar protes tanpa arah yang jelas.
Lebih jauh, aksi di akar rumput juga mendapat sorotan tajam. Desty Eka Putri Sari, Direktur Bank Sampah Digital, menegaskan bahwa aksi sosial seperti pelestarian lingkungan tidak cukup jika hanya berhenti pada kegiatan beres-beres fisik di lapangan.
Masalah lingkungan adalah persoalan sistemik yang membutuhkan advokasi berkelanjutan, di mana keluhan dan kebutuhan warga harus dikawal serius hingga mampu mengubah kebijakan pemerintah di meja dialog.
Kepemimpinan pemuda, menurut Desty, harus lahir dari keberanian turun langsung merumuskan solusi bersama warga.
Menutup rangkaian diskusi yang dinamis tersebut, Team Lead SADA ID, Muhamad Gentar, menyimpulkan bahwa sensitivitas tinggi yang kerap dilabeli pada Gen Z bukanlah sebuah kelemahan atau kerapuhan.
Sebaliknya, empati yang besar tersebut merupakan senjata dan kekuatan utama yang harus disalurkan menjadi sebuah visi.
Melalui wadah kolaborasi seperti SADA ID, empati tersebut dikawal agar bertransformasi menjadi aksi kolektif yang tak hanya menghasilkan solusi inovatif, melainkan juga secara nyata memberikan dampak pada kebijakan di masyarakat. ***
Posting Komentar