KabarPrestasi.com -
Mengantisipasi makin maraknya ancaman siber yang bekerja secara senyap di lingkungan sekolah, tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dari Universitas Pamulang (UNPAM) Kampus Serang menggelar pelatihan taktis keamanan siber di MA Nurul Huda Baros, Kabupaten Serang, Banten.

Kegiatan bertajuk "Edukasi Deteksi Anomali Jaringan Menggunakan Wireshark Dari Serangan Siber" ini ditujukan bagi 43 siswa kelas XII . 

Program ini diusung guna mengatasi fenomena network traffic blindness atau kebutaan lalu lintas jaringan, sebuah kondisi di mana pengguna tidak menyadari adanya infiltrasi atau pencurian data yang sedang berlangsung di dalam jaringan komputer mereka.

Tim PkM ini diketuai oleh Fauza Tegar Ridho Haryanto, dengan anggota Kesti Damarah, Syifa Ana, Adel Mutia Ambarwati, dan Herlina.

Fauza Tegar Ridho Haryanto mengungkapkan bahwa saat ini banyak pengguna internet yang merasa aman hanya karena tampilan layar komputer terlihat normal dan antivirus terpasang. 

Padahal, serangan siber modern seperti reverse shell bekerja di balik kabel jaringan tanpa memicu alarm kecurigaan fisik.

"Melalui kegiatan ini, kami menghadirkan software open-source Wireshark yang diposisikan sebagai 'CCTV Jaringan'. Alat ini menerjemahkan data biner yang rumit menjadi format yang mudah dibaca, sehingga para siswa dan pengelola lab dapat melihat, memantau, serta membedakan mana trafik data yang normal dan mana yang berbahaya secara real-time," jelas Fauza.

Pelatihan dilakukan menggunakan pendekatan simulasi peran (Blue Team Roleplay) yang dipadukan dengan aksinya tim penyerang (Red Team). 

Para siswa diajarkan mengidentifikasi tiga indikator utama anomali di layar Wireshark, yakni perubahan kode warna paket, lonjakan grafik I/O, serta kemunculan alamat IP asing dan nomor port ilegal.

Pihak MA Nurul Huda Baros memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya PkM ini. Berdasarkan hasil evaluasi pre-test dan post-test, terjadi peningkatan pemahaman peserta yang sangat signifikan dalam mengoperasikan alat penganalisis jaringan dan merespons ancaman siber.

Melalui sinergi akademis ini, MA Nurul Huda Baros diharapkan dapat menjadi sekolah pionir di Kabupaten Serang yang memiliki budaya sadar siber (security awareness) serta mandiri dalam menjaga keamanan ekosistem teknologi informasinya secara berkelanjutan. ***

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama