KabarPrestasi.com— Kelompok 24 Program Pengenalan Lingkungan Persekolahan (PLP) Integratif Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten memberikan materi tentang Teknik Persidangan dan Mekanisme Organisasi kepada santri Pondok Pesantren Ibad Ar-Rahman dalam rangkaian kegiatan Islamic Student Leadership Training (ISULT) 2026.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Ikatan Santri Ibad Ar-Rahman (IKSADA) ini bertujuan membentuk karakter kepemimpinan dan meningkatkan kapasitas organisasi para santri yang dipersiapkan menjadi pengurus IKSADA periode berikutnya. Peserta kegiatan terdiri dari santriwan kelas X dan XI SMA yang mengikuti pelatihan kepemimpinan secara intensif.

Bertempat di Pondok Pesantren Ibad Ar-Rahman, Kabupaten Pandeglang, pelatihan tersebut menghadirkan Rafly Rusdyansyah, mahasiswa UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten yang tengah menjalankan program PLP Integratif Kelompok 24. Dalam sesi materi, Rafly membahas berbagai aspek dasar teknik persidangan yang menjadi bekal penting dalam menjalankan organisasi.

Materi yang disampaikan meliputi jenis-jenis sidang, mekanisme pengajuan usulan, tata cara penyampaian dan penanganan interupsi, prosedur skorsing, ketentuan kuorum, penggunaan palu sidang beserta ketukannya, hingga proses pengambilan keputusan melalui musyawarah mufakat maupun voting. Selain itu, peserta juga diperkenalkan dengan berbagai peran dalam persidangan, seperti pimpinan sidang, notulis, dan peserta sidang, sehingga mereka dapat memahami sekaligus mempraktikkan mekanisme persidangan secara langsung.

Menurut Rafly, kemampuan memahami teknik persidangan merupakan keterampilan dasar yang perlu dimiliki oleh setiap santri yang aktif dalam organisasi.

"Teknik persidangan adalah keterampilan dasar yang harus dimiliki setiap santri yang ingin aktif berorganisasi. Melalui pelatihan ini, kami berharap adik-adik yang akan menjadi pengurus IKSADA dapat memahami tata cara sidang yang baik, sehingga ke depannya mampu memimpin maupun berpartisipasi dalam musyawarah dengan lebih percaya diri dan bertanggung jawab," ujar Rafly Rusdyansyah.

Kegiatan ISULT 2026 tidak hanya dihadiri oleh calon pengurus IKSADA, tetapi juga para asatidz serta mahasiswa PLP Integratif Kelompok 24 UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten yang sedang bertugas di Pondok Pesantren Ibad Ar-Rahman.

Melalui pelatihan ini, panitia berharap para santri tidak hanya memahami teori persidangan, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam aktivitas organisasi sehari-hari. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya ISULT dalam mencetak generasi santri yang memiliki kemampuan kepemimpinan, terbiasa bermusyawarah, serta siap mengemban amanah sebagai pemimpin di lingkungan pondok maupun masyarakat.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama