KabarPrestasi.com - Persoalan broken home dan bullying menjadi sebuah perhatian dalam kehidupan remaja yang tidak hanya berdampak pada hubungan sosial, akan tetapi juga dapat memengaruhi kondisi psikologis dan perkembangan diri.
Melihat pentingnya persoalan broken home dan bullying tersebut, Mahasiswa PLP Integratif 09 UIN SMH Banten menggelar Seminar Psikososial Remaja di SMAN 1 Ciomas, Kabupaten Serang, Banten.
Seminar Psikososial Remaja di SMAN 1 Ciomas mengangkat tema "Memahami Broken Home dan Bullying untuk Membangun Remaja yang Lebih Peduli Diri Sendiri" yang diikuti oleh siswa kelas X beserta sejumlah guru SMAN 1 Ciomas.
Kegiatan ini menjadi ruang edukasi bagi para siswa untuk memahami berbagai persoalan yang kerap dihadapi remaja, sekaligus mendorong mereka agar lebih peduli terhadap kondisi diri sendiri maupun lingkungan sekitar.
Seminar menghadirkan Muthohharoh sebagai pemateri. Dalam penyampaiannya, materi diarahkan untuk membantu peserta mengenali fenomena broken home dan bullying secara lebih mendalam, termasuk bagaimana kedua persoalan tersebut dapat memberikan pengaruh terhadap kehidupan dan perkembangan seorang remaja.
Pembahasan mengenai broken home menjadi salah satu bagian penting dalam Seminar Psikososial. Para peserta diajak memahami bahwa kondisi keluarga yang tidak harmonis dapat menghadirkan berbagai tantangan emosional bagi seorang anak. Tetapi, kondisi tersebut tidak lantas menentukan masa depan seseorang.
Melalui pemahaman yang tepat, remaja diharapkan mampu menghadapi berbagai situasi keluarga dengan lebih bijak, mengenali emosi yang dirasakan, serta mengetahui pentingnya mencari dukungan dari orang-orang yang dapat dipercaya ketika menghadapi persoalan.
Tidak hanya sekadar persoalan broken home, isu bullying juga menjadi perhatian utama. Peserta diberikan pemahaman bahwa bullying tidak hanya berkaitan dengan tindakan kekerasan secara fisik, tetapi juga dapat muncul melalui perkataan, tindakan, maupun perilaku sosial yang dapat memberikan dampak negatif kepada orang lain.
Pembahasan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran siswa agar tidak menjadi pelaku maupun sekadar diam ketika melihat tindakan bullying di lingkungan sekolah.
Para siswa SMAN 1 Ciomas juga didorong untuk membangun sikap saling menghargai, peduli, dan berani mencari bantuan ketika menghadapi permasalahan.
Suasana seminar berlangsung interaktif. Para siswa kelas X mengikuti pemaparan materi dengan antusias, sementara kehadiran para guru turut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan yang mengangkat isu penting bagi perkembangan psikososial remaja tersebut.
Bagi Mahasiswa PLP Integratif 09 UIN SMH Banten, kegiatan ini tidak hanya menjadi bagian dari program selama melaksanakan praktik lapangan di sekolah, tetapi juga menjadi bentuk kontribusi dalam memberikan edukasi yang relevan dengan kehidupan peserta didik.
Melalui seminar tersebut, Mahasiswa PLP 09 berharap siswa SMAN 1 Ciomas dapat semakin memahami bahwa setiap remaja memiliki persoalan dan tantangan yang berbeda.
Karena itu, kepedulian terhadap diri sendiri, kemampuan memahami kondisi orang lain, serta keberanian untuk mencari bantuan menjadi hal penting dalam menjalani masa remaja.
Seminar Psikososial Remaja ini juga menjadi pengingat bahwa pendidikan tidak hanya berbicara mengenai nilai akademik.
Sekolah juga memiliki peran penting dalam membantu siswa tumbuh menjadi pribadi yang mampu mengenali dirinya, menghargai orang lain, dan menghadapi berbagai tantangan kehidupan dengan lebih sehat dan bijaksana. ***
Posting Komentar