KabarPrestasi.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Banten akan menggelar Musyawarah Daerah (Musda) VI pada 11–13 Desember 2026. Agenda strategis tersebut menjadi momentum penting untuk melakukan evaluasi perjalanan organisasi, merumuskan arah kebijakan MUI Banten ke depan, sekaligus memastikan keberlanjutan khidmat ulama dalam menjawab berbagai persoalan umat dan dinamika kehidupan masyarakat.
Ketua Umum MUI Provinsi Banten, Dr. KH. A. Bazari Syam, M.Pd.I., menegaskan bahwa berbagai isu keumatan akan terus menjadi perhatian dan konsen utama MUI Banten. Menurutnya, MUI harus senantiasa hadir di tengah umat, tidak hanya dalam memberikan panduan keagamaan, tetapi juga merespons berbagai persoalan sosial dan kemasyarakatan yang terus berkembang dengan pendekatan yang bijak, moderat, dan memberikan kemaslahatan.
Persiapan Musda VI terus dimatangkan dengan KH. Bunyamin Hafidz sebagai Ketua Steering Committee (SC) dan Dr. H. Abdul Rojak sebagai Ketua Organizing Committee (OC). Ketua SC Musda VI, KH. Bunyamin Hafidz, mengarahkan agar Musda benar-benar menjadi forum permusyawaratan yang berkualitas, tidak berhenti pada agenda organisatoris, tetapi mampu melahirkan rumusan kebijakan yang menjawab tantangan keumatan di Banten. Ia juga menekankan pentingnya menjaga suasana Musda yang penuh ukhuwah, kebersamaan, dan mengedepankan kepentingan umat.
Sementara itu, Ketua OC Musda VI MUI Banten, Dr. H. Abdul Rojak, menyampaikan bahwa panitia terus mempersiapkan seluruh kebutuhan pelaksanaan agar Musda dapat berlangsung tertib, lancar, dan sesuai dengan ketentuan organisasi. Koordinasi antarpanitia terus diperkuat, mulai dari kesiapan tempat, rangkaian agenda, peserta, hingga berbagai kebutuhan teknis lainnya. Menurutnya, keberhasilan Musda membutuhkan kerja bersama dan dukungan seluruh unsur MUI agar agenda besar tersebut dapat berjalan dengan baik.
Musda VI juga akan menjadi momentum untuk merefleksikan sejumlah capaian penting MUI Provinsi Banten selama masa kepengurusan berjalan. Salah satu tonggak bersejarah adalah keberhasilan MUI Banten menjadi MUI tingkat provinsi pertama di Indonesia yang meraih sertifikasi Sistem Manajemen Mutu internasional ISO 9001:2015. Capaian tersebut menjadi bagian dari komitmen MUI Banten dalam membangun tata kelola organisasi dan pelayanan keumatan yang semakin profesional, terukur, dan berkelanjutan.
Selain itu, MUI Provinsi Banten juga berhasil meraih peringkat pertama sebagai MUI Provinsi terbaik se-Indonesia. Prestasi tersebut semakin diperkuat dengan capaian LPPOM Banten yang pada 2026 meraih penghargaan nasional kategori The Most Improved Governance Award Established Provinces 2026. Berbagai penghargaan itu menjadi bukti bahwa penguatan tata kelola, pelayanan, dan kelembagaan terus menjadi bagian penting dari perjalanan MUI Banten.
Melalui Musda VI pada Desember mendatang, MUI Provinsi Banten diharapkan mampu menjaga kesinambungan berbagai capaian sekaligus melahirkan gagasan dan arah kebijakan yang semakin relevan dengan kebutuhan umat. Musda menjadi ruang untuk merawat kebersamaan, memperkuat khidmat, serta menyatukan langkah menghadapi tantangan masa depan. ***
Posting Komentar