KabarPrestasi.com – Musyawarah Komisariat (Muskom) Akbar KAMMI UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten yang dilaksanakan pada 6–7 Juni 2026 di Villa Krakatoa, Carita, menjadi momentum berakhirnya masa kepemimpinan Ilham sebagai Ketua Umum KAMMI UIN SMH Banten periode 2025–2026. Dalam forum tersebut, berbagai capaian strategis selama satu periode kepengurusan menjadi sorotan, termasuk keberhasilan kaderisasi dan transformasi kelembagaan yang menjadi tonggak sejarah baru bagi organisasi.
Selama masa kepemimpinannya, Ilham berhasil menguatkan konsolidasi internal organisasi melalui berbagai program kaderisasi, pengembangan kepemimpinan, kajian intelektual, aksi sosial, dan penguatan jaringan kemahasiswaan. Upaya tersebut membuahkan hasil dengan meningkatnya partisipasi kader dalam berbagai ruang strategis di lingkungan kampus maupun di luar kampus.
Salah satu capaian yang paling membanggakan adalah keberhasilan KAMMI mengantarkan kader terbaiknya terpilih sebagai Wakil Presiden Mahasiswa UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten Tahun 2026. Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa proses pembinaan kader yang dijalankan secara konsisten mampu melahirkan pemimpin muda yang siap mengemban amanah dan berkontribusi bagi kampus.
Selain itu, kepemimpinan Ilham juga meninggalkan warisan penting berupa transformasi struktur komisariat di lingkungan UIN SMH Banten. Sebelumnya, KAMMI UIN SMH Banten memiliki dua komisariat utama, yaitu Komisariat UIN SMH Banten dan Komisariat Al-Bantani. Melihat perkembangan organisasi dan kebutuhan kaderisasi yang semakin dinamis, dilakukan penataan kelembagaan dengan mengubah nomenklatur komisariat menjadi berbasis gabungan fakultas.
Melalui kebijakan tersebut, Komisariat UIN SMH Banten bertransformasi menjadi Komisariat USDABI UIN SMH Banten, yang menaungi kader dari Fakultas Ushuluddin dan Adab, Fakultas Dakwah, serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI). Sementara Komisariat Al-Bantani bertransformasi menjadi Komisariat FATAHSYA UIN SMH Banten, yang menaungi kader dari Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Fakultas Syariah, serta Fakultas Sains.
Perubahan ini menjadi salah satu capaian strategis kepengurusan periode 2025–2026 karena berhasil menghadirkan model kaderisasi yang lebih terfokus berdasarkan rumpun keilmuan. Selain memperkuat identitas komisariat, langkah tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pembinaan kader dan memperluas kolaborasi antar fakultas.
Dalam laporan pertanggungjawabannya pada Muskom Akbar, Ilham menegaskan bahwa seluruh pencapaian organisasi merupakan hasil kerja kolektif seluruh pengurus, kader, alumni, dan senior KAMMI yang senantiasa membersamai proses perjuangan selama satu periode.
"Tidak ada keberhasilan yang lahir dari kerja seorang diri. Apa yang dicapai KAMMI hari ini adalah hasil dari kebersamaan, pengorbanan, dan semangat seluruh kader. Saya berharap kepengurusan berikutnya dapat melanjutkan estafet perjuangan ini dengan semangat yang lebih besar dan capaian yang lebih baik," ujar Ilham.
Berakhirnya kepemimpinan periode 2025–2026 menandai selesainya satu fase penting dalam perjalanan KAMMI UIN SMH Banten. Dengan keberhasilan kader menembus kepemimpinan mahasiswa, penguatan kaderisasi, serta transformasi Komisariat UIN SMH Banten menjadi USDABI dan Komisariat Al-Bantani menjadi FATAHSYA, kepemimpinan Ilham dinilai berhasil meletakkan fondasi yang kuat bagi kemajuan KAMMI UIN SMH Banten di masa mendatang.

Posting Komentar