Sumber : Wikipedia

Pada pandangan pertama, sektor perikanan tampak tak terkait dengan masalah kesehatan medis. Padahal, kesehatan manusia sangat saling terkait dengan kondisi perairan. Tanpa pengelolaan sumber daya air yang tepat, mustahil menjaga kualitas kesehatan masyarakat secara optimal.

Salah satu prioritas utama SDGs 3 adalah mengurangi angka penyakit akibat pencemaran lingkungan. Kasus pencemaran di Teluk Jakarta menjadi peringatan keras, polutan dari 13 sungai yang mengalir ke sana menyebabkan akumulasi logam berat seperti Merkuri (Hg), Timbal (Pb), dan Kadmium (Cd) yang melebihi batas aman.

Limbah industri dan rumah tangga ini tak hanya merusak ekosistem, tapi juga menyusup ke rantai makanan manusia lewat biomagnifikasi. Misalnya, kerang hijau dan ikan di perairan tercemar Teluk Jakarta menyerap polutan ke dalam tubuhnya. Saat dikonsumsi, zat-zat ini bisa picu masalah kesehatan kronis, dari kerusakan saraf hingga risiko kanker. Jadi, pengelolaan kualitas air bukan hanya soal menyelamatkan biota, tapi memastikan protein hewani yang kita makan bebas kontaminan berbahaya.

Tak hanya logam berat, mikroplastik di Teluk Jakarta juga mengancam SDGs 3. Partikel plastik di bawah 5 mm ini banyak terdeteksi di saluran pencernaan biota laut setempat. Mikroplastik menarik polutan organik persisten lain, dan jika masuk tubuh manusia via seafood, bisa mengganggu hormon (endocrine disruptors). Ini membuktikan bahwa kegagalan pengelolaan sampah air berdampak langsung pada biaya kesehatan masyarakat.

Keamanan pangan dan nutrisi pun terkait pemenuhan gizi untuk cegah stunting. Perairan menyediakan protein dan Omega-3 utama. Namun, di Teluk Jakarta yang tercemar, degradasi habitat mengancam populasi ikan. Pengelolaan perikanan berkelanjutan menjamin ketahanan pangan, agar masyarakat tetap akses nutrisi esensial untuk kesehatan jantung dan perkembangan otak anak.

Pencapaian target ini tak bisa dilakukan tenaga medis saja. Diperlukan kolaborasi dengan pengelola sumber daya air untuk jaga lingkungan tetap bersih dan lestari. Kasus Teluk Jakarta menegaskan bahwa melindungi ekosistem air adalah pertahanan nyata bagi kesehatan masyarakat global. Menjaga air sehat berarti menjaga kehidupan manusia tetap aman.

Penulis : Nadine Rahma Tiana, Mahasiswa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama