KabarPrestasi.com – Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten melalui PAI Writing Clinic (PWC) menyelenggarakan webinar bertajuk “Think, Explore, Write! Cara Menemukan Ide dan Mengelola Referensi Akademik Secara Efektif”, Jumat (6/3/2026).

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan keterampilan mahasiswa dalam menulis karya ilmiah secara sistematis, etis, dan bertanggung jawab.

Webinar tersebut dihadiri oleh pimpinan fakultas, dosen, serta mahasiswa dari berbagai jurusan, bahkan dari beberapa kampus di luar UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten. Antusiasme peserta terlihat tinggi sepanjang kegiatan berlangsung.

Turut hadir dalam kegiatan ini Ketua Program Studi PAI, Dr. Ina Salma Febriani, M.A., serta Sekretaris Program Studi PAI, Asep Syahrul Mubarok, S.Pd., M.Ag.

Acara diawali dengan pembacaan susunan acara oleh MC Winaya Azalia Kirana, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Siti Mayasari.

Ketua Pelaksana PAI Writing Clinic (PWC), Siti Nur Khotimah, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat membantu mahasiswa dalam menemukan ide penelitian serta mengelola referensi akademik secara tepat.

“Melalui tema Think, Explore, Write! Cara menemukan ide dan mengelola referensi akademik secara efektif, kami berharap mahasiswa dapat lebih memahami bagaimana mencari ide penelitian dan mengelola referensi dengan baik sehingga dapat menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Program Studi PAI, Dr. Ina Salma Febriani, M.A., dalam sambutannya sekaligus membuka acara secara resmi, menekankan pentingnya proses berpikir sebelum menulis.

“Tema think, explore, write ini sangat baik, karena kita dianjurkan untuk berpikir terlebih dahulu sebelum menulis dan mencari sumber referensi. Setelah bahan-bahannya cukup, barulah proses menulis dilakukan. Namun menulis bukan proses sekali jadi, melainkan proses panjang yang membutuhkan kesabaran dan konsistensi,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa sikap kritis menjadi kunci dalam menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas.

“Untuk bisa menulis, kita harus berpikir kritis terlebih dahulu. Rasa kritis itu dapat disampaikan baik melalui lisan maupun tulisan dengan bahasa yang santun,” tegasnya.

Setelah sambutan dan pembukaan resmi, acara dilanjutkan dengan doa yang dipimpin oleh Muhammad Ridho, kemudian memasuki sesi inti yang dimoderatori oleh Tubagus Razif Rahman Islami.

Pada sesi materi, Ahmad Saefudin, S.Pd., menjelaskan bahwa ide penelitian tidak muncul dari menyalin karya orang lain, melainkan dari proses berpikir kritis terhadap fenomena yang terjadi.

Ia menjelaskan bahwa tahap pertama dalam proses penelitian adalah think, yaitu proses berpikir kritis untuk menemukan permasalahan penelitian.

“Menurut John Dewey, penelitian berawal dari rasa kebingungan yang kemudian memunculkan pertanyaan dan rasa ingin tahu untuk menganalisis suatu fenomena hingga menemukan kesimpulan,” jelas Ahmad Saefudin.

Tahap berikutnya adalah explore, yaitu proses mencari dan memilih referensi yang relevan seperti jurnal ilmiah, artikel penelitian, tesis, laporan penelitian, maupun buku pendukung.

Dalam menilai kualitas referensi, ia menjelaskan bahwa peneliti dapat menggunakan metode CRAAP Test yang mencakup aspek kebaruan sumber, relevansi, kredibilitas penulis, akurasi data, serta tujuan penulisan.

Ia juga menekankan pentingnya penggunaan aplikasi pengelola referensi seperti Mendeley atau Zotero untuk mempermudah pengelolaan sitasi serta menghindari plagiarisme dalam penulisan karya ilmiah.

Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan berbagai pertanyaan dari peserta terkait cara menemukan ide penelitian dan mengelola referensi akademik secara efektif.

Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa semakin termotivasi untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, menemukan ide penelitian, serta mengelola referensi akademik dengan baik sebagai bekal dalam menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas dan bertanggung jawab.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama