KabarPrestasi.com - Kuadranesia Institute sukses menggelar seminar bertajuk “Creative, Influence, Defend: Membentuk Kreator Cerdas di Era Cognitive Warfare” dengan tema “Membangun Kreativitas Konten dan Memahami Pengaruh Informasi di Era Digital”. Kegiatan tersebut berlangsung pada Minggu, 11 Oktober 2026, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai, bertempat di Ruang Aspirasi DPRD Kota Serang, Banten.
Seminar ini menjadi ruang berbagi pengetahuan sekaligus upaya mendorong lahirnya kreator konten yang kreatif, kritis, dan bijak dalam menghadapi dinamika informasi digital yang semakin kompleks.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Direktur Eksekutif Kuadranesia Institute, Emar Muamar, yang menyampaikan sambutan pada pembukaan acara. Sementara itu, kegiatan dibuka oleh Pembina Student Care Banten, Sanik Radu Fatih, yang memberikan arahan kepada para peserta mengenai pentingnya membangun kapasitas generasi muda dalam menghadapi tantangan era digital.
Dalam sambutannya, Emar Muamar menekankan bahwa perkembangan teknologi informasi harus diimbangi dengan kemampuan berpikir kritis dan tanggung jawab dalam memproduksi maupun menyebarkan konten.
“Di era digital, kreativitas saja tidak cukup. Kita juga harus memahami bagaimana informasi bekerja, bagaimana konten dapat memengaruhi persepsi masyarakat, serta bagaimana memastikan bahwa apa yang kita produksi dan sebarkan memiliki nilai, manfaat, dan tanggung jawab,” ujar Emar Muamar.
Menurutnya, generasi muda perlu memiliki kemampuan untuk memanfaatkan media digital secara produktif sekaligus memahami risiko penyebaran informasi yang tidak akurat, manipulatif, maupun berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Ia juga mendorong para peserta agar tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi mampu mengambil peran sebagai kreator yang menghasilkan konten edukatif, inspiratif, dan memberikan dampak positif.
“Jangan hanya berlomba-lomba membuat konten yang viral. Jadilah kreator yang mampu menghadirkan gagasan, membangun kesadaran, dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Konten yang baik bukan hanya menarik perhatian, tetapi juga memiliki nilai dan tanggung jawab,” tambahnya.
3 Pemateri Bahas Cognitive Warfare, Optimalisasi Media Sosial, dan Produktivitas Kreator
Seminar “Creative, Influence, Defend” menghadirkan tiga pemateri dengan perspektif berbeda yang saling melengkapi, mulai dari pemahaman tentang pengaruh informasi hingga strategi membangun kreativitas dan produktivitas dalam produksi konten digital.
Pemateri pertama, Yusup Rahman Hakim, membawakan materi mengenai “Mengenal Cognitive Warfare di Era Digital”. Dalam sesi ini, peserta diajak memahami bagaimana informasi, narasi, dan komunikasi dapat digunakan untuk memengaruhi pola pikir, persepsi, serta pengambilan keputusan seseorang maupun kelompok.
Pemahaman mengenai cognitive warfare menjadi penting di tengah derasnya arus informasi, terutama ketika masyarakat dihadapkan pada disinformasi, manipulasi narasi, dan berbagai konten yang berpotensi memengaruhi penilaian terhadap suatu persoalan.
Materi kedua disampaikan oleh Dinda Athira yang membahas “Optimalisasi Media Sosial." Materi ini menyoroti pentingnya memanfaatkan platform digital secara strategis, mulai dari membangun identitas konten, memahami karakteristik audiens, hingga mengoptimalkan media sosial sebagai sarana komunikasi, edukasi, dan penyebaran gagasan positif.
Sementara itu, Rangga Dana Langit membawakan materi “Tips & Trik Konten Kreator Produktif”. Ia membahas pentingnya membangun kebiasaan berkarya secara konsisten, mengembangkan ide kreatif, serta mengelola proses produksi konten agar lebih terarah dan produktif.
Ketiga pemateri tersebut memberikan perspektif yang saling melengkapi bahwa kemampuan menjadi kreator konten tidak hanya berkaitan dengan keterampilan teknis, tetapi juga membutuhkan pemahaman terhadap audiens, kemampuan menganalisis informasi, dan kesadaran mengenai dampak konten yang dipublikasikan.
Konsep Create, Influence, Defend Jadi Landasan Utama
Konsep Create, Influence, Defend menjadi landasan utama dalam pelaksanaan seminar tersebut. Ketiga elemen ini menggambarkan kemampuan yang perlu dimiliki generasi muda dalam menghadapi perkembangan ekosistem digital.
Create menekankan pentingnya kemampuan menghasilkan konten yang kreatif, berkualitas, dan memiliki nilai tambah bagi masyarakat.
Kreativitas diharapkan tidak hanya berorientasi pada popularitas, tetapi juga mampu menghadirkan edukasi, inspirasi, dan solusi terhadap berbagai persoalan.
Influence berkaitan dengan pemahaman mengenai kekuatan konten dalam membentuk persepsi, memengaruhi opini publik, serta mendorong perubahan sikap dan perilaku.
Melalui pemahaman ini, para kreator diharapkan dapat menggunakan pengaruhnya secara positif dan bertanggung jawab.
Adapun Defend menekankan pentingnya membangun ketahanan berpikir agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan, manipulatif, atau tidak didukung bukti yang memadai.
Ketiga konsep tersebut menegaskan bahwa kreativitas digital perlu berjalan beriringan dengan kemampuan berpikir kritis dan tanggung jawab sosial.
Dalam konteks ini, literasi digital tidak cukup hanya dimaknai sebagai kemampuan menggunakan perangkat dan platform media sosial (medsos).
Lebih dari itu, literasi digital mencakup kemampuan memeriksa sumber informasi, memahami konteks, membedakan fakta dan opini, serta mempertimbangkan dampak sebelum menyebarkan sebuah konten.
Perkuat Literasi Digital dan Ketahanan Berpikir Generasi Muda
Melalui seminar ini, Kuadranesia Institute mendorong generasi muda dan para kreator konten untuk mengambil peran lebih besar dalam membangun ruang digital yang sehat, edukatif, dan konstruktif.
Peserta diharapkan mampu mengembangkan kreativitas secara produktif, memahami mekanisme pengaruh informasi, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi disinformasi dan manipulasi opini di media sosial.
Selain menjadi ruang berbagi wawasan, kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat kesadaran bahwa setiap konten yang diproduksi dan disebarkan memiliki konsekuensi.
Oleh karena itu, kemampuan berpikir kritis dan tanggung jawab dalam berkomunikasi menjadi bagian penting dari kompetensi seorang kreator konten.
Melalui semangat “Create, Influence, Defend”, Kuadranesia Institute mengajak generasi muda untuk terus berkarya, memanfaatkan teknologi secara bijak, memahami kekuatan informasi, dan membangun ketahanan berpikir dalam menghadapi tantangan era digital.
Sebab, kreator konten yang berkualitas bukan hanya mereka yang mampu menarik perhatian publik, tetapi juga mereka yang mampu menghadirkan gagasan bernilai, memengaruhi secara positif, dan menjaga ruang digital tetap sehat serta bertanggung jawab. ***
Posting Komentar