KabarPrestasi.com - Pengenalan Lingkungan Persekolahan (PLP) 24 Integratif UIN SMH Banten sukses menggelar kegiatan Seminar Bahasa dan Pola Pikir di Pondok Pesantren (Ponpes) Ibad Ar-Rahman, Kabupaten Pandeglang, Banten pada Sabtu (19/09).

Seminar Bahasa dan Pola Pikir PLP 24 Integratif UIN SMH Banten mengusung tema kegiatan yang bertajuk "Kata-Kata Kita, Cerminan Diri Kita."

Seminar Bahasa dan Pola Pikir PLP 24 Integratif UIN SMH Banten ini dibagi menjadi 2 sesi yakni santri putra di Masjid Umar Lantai 3 dan santri putri di Masjid Aisyah lantai dasar.

Selanjutnya, Seminar Bahasa dan Pola Pikir diawali dengan lantunan kalam ilahi, yang dilanjutkan dengan sambutan dari ketua pelaksana kegiatan serta pimpinan Ponpes Ibad Ar-Rahman. 

Dalam sambutannya, ketua pelaksana Seminar Bahasa dan Pola Pikir PLP 24 Integratif UIN Banten menyampaikan bahwa Bahasa dan Pola Pikir merupakan sebuah wujud dari cara seseorang mengekspresikan perasaan dan pikirannya.

"Bahasa dan pola pikir merupakan wujud dari cara seseorang mengekspresikan perasaan dan pikirannya," katanya.

Dirinya berharap melalui kegiatan Seminar Bahasa dan Pola Pikir yang sukses digelar oleh PLP 24 UIN Banten, para santri dapat mengaplikasikan ilmu yang telah didapat dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan Pesantren.

Senada dengan hal tersebut, Pimpinan Ponpes Ibad Ar-Rahman, Ustaz Muro'i Ahmad, dalam sambutannya menjelaskan tentang bahasa merupakan sebuah bentuk keimanan seseorang kepada Allah SWT.

"Bahasa merupakan salah satu bentuk keimanan seseorang kepada Allah SWT, sebagaimana termaktub dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu," ujarnya  

Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللّهِ وَالْيَوْمِ الأَخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ

"Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata yang baik atau diam." (HR. Bukhari dan Muslim).

Dalam sesi penyampaian materi, pemateri Seminar Bahasa dan Pola Pikir PLP 24 Integratif UIN SMH Banten kemudian menjelaskan 

"Bahasa dan pola pikir merupakan cara seseorang memandang dirinya sendiri, dan sekaligus menjadi cerminan dari kepribadian orang tersebut," ujarnya.

Materi yang disampaikan dalam Seminar Bahasa dan Pola Pikir diharapkan dapat membuka wawasan santri Ponpes Ibad Ar-Rahman akan pentingnya menjaga bahasa dan membentuk pola pikir yang positif dalam kehidupan sehari-hari.

Dari pemaparan materi yang telah disimak tersebut, dapat ditarik satu benang merah penting, yaitu pola pikir yang positif adalah fondasi.

Selain itu, komunikasi yang santun ialah sebuah jembatannya, dan hubungan sosial yang harmonis di lingkungan pesantren adalah hasil akhirnya.

Dalam seminar ini juga disampaikan bahwa gesekan atau perselisihan antar santri dalam komunal merupakan sebuah hal yang wajar terjadi, tetapi yang menjadi penentu ialah bagaimana cara meresponnya. 

Merespons dengan husnudzan, dengan tutur kata yang lembut, serta dengan kesediaan untuk introspeksi diri terlebih dahulu, menjadi kunci apakah gesekan tersebut akan menjadi pelajaran berharga atau justru berkembang menjadi konflik.

Kegiatan seminar ini disambut baik dan dihadiri oleh para Santri, Asatidz Asatidzah, Guru Pamong, Guru Madrasah serta Mahasiswa PLP Integratif 24 UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten yang bertugas di Ponpes Ibad Ar-Rahman.

Besar harapan panitia agar apa yang telah disampaikan dalam seminar ini tidak berhenti sebagai wacana semata, melainkan menjadi pengingat bagi seluruh pihak, baik santri maupun pengurus, untuk terus berbenah dalam cara berpikir dan berkomunikasi. 

Dengan demikian, ukhuwah yang telah terjalin di lingkungan pesantren ini diharapkan dapat tumbuh semakin kokoh dari hari ke hari, serta melahirkan generasi santri yang santun dalam bertutur dan bijak dalam berpikir. ***

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama