KabarPrestasi.com - Upaya memperkuat ekosistem literasi di masyarakat terus dilakukan melalui kolaborasi berbagai pihak oleh Rumah Prestasi Indonesia, salah satunya melalui Lokakarya Komunitas Literasi.

Lokakarya Komunitas Literasi dilaksanakan Rumah Prestasi dengan mengusung tema "Menguatkan Kapasitas, Menghadirkan Inovasi, Memperluas Kolaborasi, Meningkatkan Dampak!"

Lokakarya Komunitas Literasi Rumah Prestasi ini menjadi ruang belajar dan bertukar gagasan bagi para pegiat serta pengelola komunitas literasi untuk meningkatkan kapasitas organisasi dan memperluas manfaat gerakan literasi di tengah masyarakat.

Kegiatan Lokakarya Komunitas Literasi dibuka secara langsung oleh CEO Rumah Prestasi, Mujang Kurnia, dan Ketua Forum Taman Baca Masyarakat (FTBM) Kabupaten Serang, Agung Setia Budi. sebagai Keynote Speaker.

Lokakarya Komunitas Literasi Rumah Prestasi menghadirkan sosok narasumber utama Dosen BINUS University dan Founder Kampoeng Baca, Abdul Rohman Hafid, yang membahas strategi penyusunan program melalui pendekatan Design Thinking.

Dalam lokakarya ini, peserta mendapatkan penguatan mengenai pentingnya pengelolaan komunitas literasi yang tidak hanya berorientasi pada kegiatan membaca, tetapi juga mampu melahirkan inovasi, membangun jejaring, dan menciptakan dampak nyata bagi masyarakat.

CEO Rumah Prestasi, Mujang Kurnia, menegaskan bahwa komunitas literasi memiliki posisi strategis dalam membangun masyarakat yang memiliki budaya belajar dan kemampuan menghadapi perubahan zaman.

"Komunitas literasi tidak boleh hanya menjadi tempat berkumpul dan membaca buku. Kita harus menjadikannya sebagai ruang tumbuh, ruang belajar, ruang berkolaborasi, sekaligus ruang untuk melahirkan perubahan di masyarakat. Karena itu, kapasitas pengelola komunitas harus terus diperkuat agar setiap aktivitas yang dilakukan benar-benar memberikan dampak nyata," ujar Mujang Kurnia di Rumah Prestasi Indonesia, Serang pada Sabtu (05/09).

Menurutnya, tantangan literasi saat ini semakin kompleks. Literasi tidak lagi cukup dimaknai sebagai kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup kemampuan masyarakat dalam memahami informasi, berpikir kritis, beradaptasi dengan perkembangan teknologi, serta menghasilkan solusi atas persoalan di lingkungannya.

"Kita ingin komunitas literasi menjadi lebih kreatif, adaptif, dan kolaboratif. Dengan kapasitas yang kuat, inovasi yang relevan, dan kolaborasi yang luas, komunitas literasi akan mampu memberikan dampak yang jauh lebih besar," tambahnya.

Lokakarya ini juga diharapkan menjadi momentum untuk mempertemukan berbagai pengalaman dan praktik baik antarpegiat literasi. 

Dengan adanya jejaring yang semakin kuat, komunitas literasi diharapkan dapat saling mendukung, mengembangkan program bersama, serta memperluas jangkauan gerakan literasi hingga ke lebih banyak masyarakat.

Rumah Prestasi sebagai lembaga yang bergerak di bidang pendidikan, pelatihan, dan pembinaan generasi bangsa berkomitmen untuk terus mengambil bagian dalam penguatan kapasitas masyarakat, khususnya melalui pendidikan, literasi, kepemudaan, dan pengembangan sumber daya manusia.

Lokakarya Komunitas Literasi menjadi salah satu ikhtiar untuk membangun gerakan literasi yang semakin kuat, inovatif, kolaboratif, dan berdampak bagi kemajuan masyarakat serta bangsa. ***

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama