KabarPrestasi.com — Malam perpisahan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 37 UIN Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten bersama masyarakat Desa Cimanuk, Kabupaten Pandeglang, berlangsung meriah dan penuh haru pada Minggu (23/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi penutup rangkaian pengabdian mahasiswa selama 40 hari, terhitung sejak 15 Juli hingga 23 Agustus 2026. Acara dihadiri berbagai unsur masyarakat Desa Cimanuk, mulai dari Badan Permusyawaratan Desa (BPD), ketua RT dan RW, tokoh masyarakat, pemuda, anak-anak, hingga masyarakat umum.
Sejumlah tokoh turut hadir, di antaranya Endan selaku BPD Desa Cimanuk, Ustadz Sam’un selaku tokoh masyarakat, serta Ustadz Rahmat selaku Kepala dan guru MDTA Syekh Yasa’ yang turut memimpin doa pada akhir kegiatan.
Endan selaku BPD Desa Cimanuk memberikan apresiasi terhadap pengabdian mahasiswa KKN 37 selama berada di Desa Cimanuk. Ia juga secara khusus mengapresiasi pelaksanaan malam perpisahan yang dinilai mampu mempertemukan berbagai unsur masyarakat dalam satu kegiatan.
Menurutnya, acara tersebut menjadi salah satu perpisahan KKN yang paling meriah dibandingkan kegiatan serupa yang pernah berlangsung sebelumnya.
“Acara malam perpisahan ini luar biasa. KKN sebelumnya belum pernah mengadakan acara semeriah ini yang bisa menyatukan seluruh elemen masyarakat Cimanuk,” ungkap Endan dalam sambutannya.
Ia menilai kemeriahan kegiatan tersebut menjadi gambaran kedekatan yang telah terbangun antara mahasiswa KKN 37 dengan masyarakat selama 40 hari pengabdian.
Kedekatan tersebut tidak hanya terbentuk melalui pelaksanaan program kerja, tetapi juga melalui berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung.
Apresiasi terhadap pengabdian mahasiswa juga disampaikan Ustadz Sam’un selaku tokoh masyarakat Desa Cimanuk. Ia menyampaikan terima kasih kepada mahasiswa KKN 37 yang telah turut berkontribusi selama menjalankan pengabdian di desa.
Salah satu kontribusi yang mendapat perhatian ialah keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan pendidikan dan pendampingan para santri di MDTA Syekh Yasa’.
“Kami mengucapkan terima kasih atas pengabdian KKN 37 di Desa Cimanuk, khususnya atas pengajaran yang baik kepada santri-santri MDTA Syekh Yasa’. Semoga apa yang telah diberikan menjadi amal kebaikan dan bermanfaat bagi anak-anak kami,” ujar Ustadz Sam’un.
Menurutnya, kehadiran mahasiswa memberikan pengalaman dan suasana baru bagi para santri. Interaksi yang terjalin selama kegiatan juga menjadi bagian dari proses pembelajaran di luar kegiatan akademik formal.
Mewakili seluruh mahasiswa, Ketua KKN 37 Ilham menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Desa Cimanuk yang telah menerima, mendukung, dan mendampingi mahasiswa selama menjalankan pengabdian.
Menurut Ilham, 40 hari di Desa Cimanuk tidak hanya menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk melaksanakan program kerja, tetapi juga menjadi ruang untuk belajar, beradaptasi, serta membangun hubungan kekeluargaan dengan masyarakat.
“Kami mewakili seluruh mahasiswa KKN 37 mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Desa Cimanuk yang telah menerima kami dengan sangat baik. Terima kasih kepada pemerintah desa, BPD, para ketua RT dan RW, tokoh masyarakat, pemuda, para guru, orang tua, serta anak-anak yang telah menjadi bagian dari perjalanan kami selama 40 hari,” ujar Ilham.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama menjalankan pengabdian terdapat perkataan, sikap, maupun tindakan mahasiswa yang kurang berkenan.
“Kami memohon maaf apabila selama 40 hari berada di Desa Cimanuk terdapat tutur kata, sikap, maupun tindakan kami yang kurang berkenan. Kami datang sebagai mahasiswa untuk mengabdi, tetapi kami pulang membawa banyak pelajaran, pengalaman, dan keluarga baru,” ungkapnya.
Ilham berharap hubungan silaturahmi yang telah terjalin antara mahasiswa KKN 37 dan masyarakat Desa Cimanuk dapat terus dipertahankan meskipun masa pengabdian telah berakhir.
Anak-Anak Cimanuk Tampilkan Tarian Manuk Dadali
Suasana malam perpisahan semakin meriah dengan penampilan tarian Manuk Dadali yang dibawakan oleh anak-anak Desa Cimanuk.
Penampilan tersebut mendapat sambutan hangat dari masyarakat yang hadir. Selain menjadi hiburan, tarian tersebut juga menjadi ruang bagi anak-anak Desa Cimanuk untuk menunjukkan kreativitas dan keberanian mereka di hadapan masyarakat.
Acara juga diisi dengan penampilan pildacil dari para pemenang lomba Semarak Kemerdekaan yang sebelumnya diselenggarakan oleh KKN 37.
Hadiah Lomba Semarak Kemerdekaan Diserahkan
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pembagian hadiah kepada para pemenang berbagai perlombaan Semarak Kemerdekaan yang diselenggarakan KKN 37.
Berbagai perlombaan tersebut menjadi wadah bagi anak-anak, pemuda, dan masyarakat untuk berpartisipasi dalam memeriahkan momentum kemerdekaan sekaligus mengembangkan kreativitas dan potensi generasi muda Desa Cimanuk.
Penyerahan hadiah berlangsung meriah. Para pemenang menerima penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan prestasi mereka dalam mengikuti perlombaan.
Perjalanan 40 Hari KKN 37 Diabadikan dalam Film Dokumenter
Salah satu momen yang mengundang haru ialah penayangan film dokumenter perjalanan KKN 37 selama 40 hari di Desa Cimanuk.
Film tersebut merangkum berbagai aktivitas mahasiswa sejak awal kedatangan hingga berakhirnya masa pengabdian pada 23 Agustus 2026.
Sejumlah kegiatan ditampilkan, mulai dari pendidikan, keagamaan, sosial, pemberdayaan masyarakat, kegiatan bersama anak-anak, perlombaan Semarak Kemerdekaan, hingga berbagai momen kebersamaan mahasiswa dengan masyarakat Desa Cimanuk.
Penayangan film dokumenter tersebut menjadi napak tilas perjalanan KKN 37 sekaligus rekam jejak berbagai pengalaman dan kebersamaan yang tercipta selama mahasiswa berada di tengah masyarakat.
KKN Berakhir, Silaturahmi Tetap Terjaga
Rangkaian malam perpisahan kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin Ustadz Rahmat selaku Kepala dan guru MDTA Syekh Yasa’.
Malam perpisahan tersebut menjadi penanda berakhirnya masa pengabdian KKN 37 secara formal. Namun, berakhirnya program pengabdian tidak berarti berakhir pula hubungan yang telah terjalin antara mahasiswa dan masyarakat Desa Cimanuk.
Selama 40 hari, KKN 37 tidak hanya hadir untuk menjalankan program perguruan tinggi, tetapi juga berusaha berbaur, belajar, dan tumbuh bersama masyarakat.
Empat puluh hari telah berlalu. KKN 37 datang untuk mengabdi, berproses bersama masyarakat, dan akhirnya kembali membawa pengalaman, persaudaraan, serta berbagai kenangan dari Desa Cimanuk.
KKN boleh berakhir, tetapi silaturahmi dan persaudaraan diharapkan tetap terjaga.

Posting Komentar